12 Februari 2009

Datascrip berikan layanan purna jual prima untuk Canon Camera

Datascrip indonesia selaku authorized main distributor salah satunya untuk camera Canon telah membuktikan komitmen memberikan layanan purna jual yang prima bagi konsumen khususnya konsumen camera Canon.

Hal ini saya alami ketika kamera yang baru saya beli bulan November 2008 mengalami sering hang tanpa sebab yang pasti. kemudian pada tanggal 27 Januari 2009, saya klaim garansi ke Datascrip service center di kawasan kemayoran jakarta. standar waktu pengerjaan untuk kerusakan seperti yang saya alami adalah 10 hari menurut petugas counter yang saya jumpai.

Pada hari ke 10, saya dikirimi SMS dari datascrip (yang sepertinya automated SMS) yang memberitahukan bahwa kamera saya masih dalam upaya perbaikan dan masih membutuhkan beberapa hari lagi yang mana nantinya saya akan diinformasikan kembali. Awalnya saya agak kesal karena sudah terbayang jangan jangan akan terkatung-katung tanpa kepastian. Tapi saya pikir saya akan tunggu satu minggu lagi dan lagian bulan ini gak ada rencana piknik atau event yang butuh potrat-potret... maklum amatir... jadi kamera bukan untuk cari uang.... :-)

Ternyata tidak sampai 7 hari saya sudah menerima SMS lagi yang memberitahukan bahwa kamera saya sudah selesai dan dapat segera diambil di service center nya... kontan langsung esoknya saya meluncur....

Sambil menunggu antrian saya sikat secangkir kopi dari dispenser yang disediakan. Hanya menunggu 10 menit, kemudian giliran saya mendapat panggilan, si petugas konter menjelaskan kalau kamera saya mengalami kerusakan pada Mother board-nya.... yang ternyata kalau dihitung hitung total biaya yang harus dikeluarkan adalah 2,2jt ... !@##.... Alhamdullilah.. karena saya masih ada garansi, maka saya dapet 1-to-1 replacement alias body kamera diganti baru... wuiiih.... kebayang kalo gak ada garansi... seperti orang yang sebelum antrian saya... denger2 / nguping dia mesti merogoh kocek hingga 2,9 jt karena garansinya udah habis.... padahal kelihatannya kameranya 400D yang paling umurnya baru 1 tahunan.... ck.. ck....

Akhirnya karena kejadian ini, saya jadi berpikir lagi untuk mengambil extended warranty-nya datascrip yang bisa extend warranty 2 tahun jadi total dari saat beli baru bisa warranty 3 tahun dengan biaya 1,7jt.... padahal kalau pada saat baru beli saya ambil extended warranty, biayanya cuma 850rb saja....

Jadi buat teman2 pecinta kamera, saya sarankan ambil kamera dengan garansi resmi seperti datascrip untuk Canon dan Alta untuk Nikon, dari pada garansi toko, karena biarpun selisih harga belinya dikit, tapi biaya servis-nya bisa 2 kali lipat kalau dibawa ke authorized dealer dan bisa extended warranty...

Semoga bermanfaat dan terima kasih datascrip.....

15 Januari 2009

Hari ini harga BBM turun lagi

Pemerintah sejak 2 hari lalu mengumumkan kalau BBM akan turun harga 15 Januari 2009. turun harga ini adalah yang ke-2 kalinya sejak bensin harga Rp. 6.000. Jadi harga bensin kembali pada harga tahun lalu Rp. 4.500..... Alhamdulliah....

Siapa yang paling untung?....
Orang yang paling untung adalah orang yang punya mobil, yang praktis adalah orang ekonomi menegah keatas. Gimana dengan bangsa ini pada umumnya? jawabannya, masih sama saja, melarat. Melarat harta, iman dan mental.

Ini faktanya:
  • Sekali harga barang 'sembako' dan sejenisnya naik, gak akan pernah mau turun apapun alasannya, sehari untung sejuta siapa yang rela jadi cuma bisa dapet untung 800ribu? walaupun margin dapat tetap sama buat pedagang, kebiasaan orang kita adalah melihat omset... bener gak?
  • ongkos angkutan umum hanya akan turun sekitar 5-7,5 % walaupun bensin sudah turun 25% dari harga 6.000, karena yang turun harga bensin-nya, harga sembako buat bapak supir dan keluarga, harga sparepart, ban dan 'pungli' gak mau turun karena alasan pertama diatas. dan biaya bensin cuma 30-40% dari komponen biaya angkutan umum.
  • Harga barang hasil produksi baru akan turun 40-60 hari setelah hari ini, karena barang yang diproduksi hari ini di pabrik dan diangkut dengan harga solar yang baru, baru sampai di warung sebelah rumah kita 40-60 hari lagi... itupun kalau cepet laku...
  • Harga barang hasil produksi gak akan turun banyak paling cuma 1%, karena jumlah solar bersubsidi yang dipakai untuk barang itu sampai ke warung sebelah rinciannya sbb:
  • -- Biaya angkutan per satuan barang 10% dari harga barang
  • -- biaya BBM dari angkutan itu cuma 40% nya
  • -- penurunan harga BBM 25%
  • -- jadi 10% x 40% x 25% = 1% ---- nah lo.....

Memang begini kalau harga BBM turun... angkanya dikecil kecil-in dan cuma orang yang 'pinter' matematika yang bisa ngitung, tapi kalau harga BBM naik, mas mas yang dagang dipasar mendadak jadi pinter berhitung harga naik 30% karena BBM naik 30%..... nah lo......
padahal kan harus nya hitung maju dan hitung mundur hasilnya sama.....

jadi kalau gak mau bangsa ini melarat lahir batin, coba mulai dari diri kita:
  • kalau kita pembeli, tawar barang barang sekejam mungkin supaya harga pasaran turun, dan kalau bisa dan harus bisa beli barang buatan Indonesia... jangan made in china ato made in EU melulu... apalagi made in amrik.... karibnya Israel...
  • kalau kita pedagang, tahu diri dong, biarpun omset kelihatannya turun, tapi margin kan tetep 20% alias untungnya masih sama, kan modal beli nya juga turun, paling kurang2 dikiiit... itung itung amal dan biar pembelinya tambah banyak
  • Kalau kita pengusaha / punya pabrik, HPP nya turunin duong... lagian bayar pajaknya kan jadi berkurang... sekalian saingan dengan produk tetangga / alias impor...
  • Kalau kita Pemerintahan... kasih kemudahan dan insentif....
  • Jangan pake Bank Bank impor, pake bank asli negeri sendiri, supaya dana dana nya gak ditarik keluar negeri seperti krismon 1997-1998
Nah kalo semua orang sudah begitu... InsaAllah harga barang turun, stabil, inflasi dikit dan nilai rupiah naik dan stabil....

..