14 Juli 2009

Beli produk lokal setiap anda bepergian

Pernah jalan jalan atau wisata ke obyek wisata di Indonesia?
Pasti pernah dong... Paling tidak setahun sekali mudik ke kampung halaman masing masing.


Karena kebudayaan kita adalah kebudayaan oleh2, maka biasanya kita beli souvenir setempat. Dari hasil budaya ini jika diasumsikan tiap kunjungan tiap orang membelanjakan rata2 100 ribu, maka jika asumsinya 500rb orang setahun lalu lalang antar daerah untuk wisata dan dinas maka ada 50 milyar dana yang berputar dari satu daerah ke daerah lain. Tapi ingat ini hasilnya untuk pengrajin dan umkm oleh2.


Bagaimana dengan hasil pertanian?
Nah, kalau ini, mungkin membayangkannya seperti ini:
jika setiap keluarga yang berwisata mau mampir di daerah yang dilaluinya dan paling tidak membeli Hasil pertanian seperti beras, bawang, buah2an, sayur, jamur dll, maka angka nya lebih besar.


Bera besar uang yg akan dibelanjakan untuk itu? Contoh beras "angsung dari petani 75rb, bawang merah jika mampir lewat brebes 25rb, durian jika mampir lampung 50rb, nanas jika mampir subang 25rb dll maka rata2 200rb dibelanjakan.


Jika tiap tahun asumsikan 2juta keluarga mudik pulang kampung atau liburan sekolah... Maka ada perpindahan dana 400 milyar dari kota ke petani langsung...


Langkah kecil namun bisa memberikan kontribusi nyata ke petani. Oleh karena ayo BELI PRODUK PERTANIAN LOKAL...

07 Mei 2009

Menyalakan lampu hazard saat hujan

Setelah sekian lama cari cari pendapat umum, baru kali ini ketemu lagi pendapat ahli / media tentang masalah menyalakan lampu hazard saat hujan lebat di Tabloid OTOMOTIF edisi 01/XIX.

Sepertinya masih banyak pengemudi yang salah kaprah dengan menyalakan hazard pas hujan lebat. Sepertinya mereka punya keyakinan klo lampu hazard itu seperti stobo di pesawat terbang yang bisa memberikan tanda visual ada pesawat lewat ditengah awan/ kabut...

Menurut saya pribadi, bukannya tambah jelas, yang ada malah menyilaukan pengemudi mobil dibelakangnya.... Termasuk saya yang sudah capek dengan kesalahan berjamaah ini....

Ingat, lampu hazard itu adalah sampu sein (Sign) yang dinyalakan bersama sama kiri dan kanan... Masing masing berkekuatan 21watt. Jadi kalau dua berarti 42 watt. Atau hampir sama dengan satu lampu utama depan yg berkekuatan 45watt/55watt....

Jadi kebayang gak? Sudah hujan lebat warnanya putih semua, ditambah lagi di'sorot' dengan lampu kuning yang berkedip2.... !!!

Setelah pikir2, berikut ini adalah efeknya jika anda berada dibelakang di orang yang bebel ini:
1. Silau lampu kuning 42watt
2. Lampu berkedip membuat anda Kehilangan persepsi jauh/dekat (depth perception) dengan mobil si Hazard.... Saat lampu menyala, mobil terlihat dekat, saat lampu hazard padam. Mobil terlihat jauh. Jadi kalau berkedip mobil terlihat dekat,jauh,dekat,jauh,......
3. Sangat berbahaya jika ingin berbelok atau pindah lajur, karena lampu sein-nya di pakai buat hazard....
4. .Melanggar undang undang, karena sudah membuat lampu sein tidak bisa difungsikan. Dan melanggar aturan peruntukan lampu hazard

Untuk itu, barang siapa yang membaca tulisan ini dan sepakat dengan saya untuk mengakhiri kesalahan massal ini, mohon untuk menyebarluaskannya. Karena saya sendiri sudah geram dengan mitos ini....


Regards,
Ricky (Richmond Aldien)