Setelah sekian lama cari cari pendapat umum, baru kali ini ketemu lagi pendapat ahli / media tentang masalah menyalakan lampu hazard saat hujan lebat di Tabloid OTOMOTIF edisi 01/XIX.
Sepertinya masih banyak pengemudi yang salah kaprah dengan menyalakan hazard pas hujan lebat. Sepertinya mereka punya keyakinan klo lampu hazard itu seperti stobo di pesawat terbang yang bisa memberikan tanda visual ada pesawat lewat ditengah awan/ kabut...
Menurut saya pribadi, bukannya tambah jelas, yang ada malah menyilaukan pengemudi mobil dibelakangnya.... Termasuk saya yang sudah capek dengan kesalahan berjamaah ini....
Ingat, lampu hazard itu adalah sampu sein (Sign) yang dinyalakan bersama sama kiri dan kanan... Masing masing berkekuatan 21watt. Jadi kalau dua berarti 42 watt. Atau hampir sama dengan satu lampu utama depan yg berkekuatan 45watt/55watt....
Jadi kebayang gak? Sudah hujan lebat warnanya putih semua, ditambah lagi di'sorot' dengan lampu kuning yang berkedip2.... !!!
Setelah pikir2, berikut ini adalah efeknya jika anda berada dibelakang di orang yang bebel ini:
1. Silau lampu kuning 42watt
2. Lampu berkedip membuat anda Kehilangan persepsi jauh/dekat (depth perception) dengan mobil si Hazard.... Saat lampu menyala, mobil terlihat dekat, saat lampu hazard padam. Mobil terlihat jauh. Jadi kalau berkedip mobil terlihat dekat,jauh,dekat,jauh,......
3. Sangat berbahaya jika ingin berbelok atau pindah lajur, karena lampu sein-nya di pakai buat hazard....
4. .Melanggar undang undang, karena sudah membuat lampu sein tidak bisa difungsikan. Dan melanggar aturan peruntukan lampu hazard
Untuk itu, barang siapa yang membaca tulisan ini dan sepakat dengan saya untuk mengakhiri kesalahan massal ini, mohon untuk menyebarluaskannya. Karena saya sendiri sudah geram dengan mitos ini....
Regards,
Ricky (Richmond Aldien)
Sumbangan ide opini dan tips yang mudah mudahan dapat memberikan pencerahan
-------------------------------
Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini
Ricky (Richmond Aldien)
07 Mei 2009
02 April 2009
Jasper report 'illegal operation inside path' error
Buat developper opensource, nama Jasper Report dan iReport mestinya sudah gak asing lagi.
Reporting tools ini memang bukan business intelligent suite seperti yang sudah punya nama besar seperti keluarga Oracle, Crystal Report, cognos dll. Tapi buat reporting sudah sangat mumpuni.
Khusus kali ini, ketemu masalah saat memasukkan sub-report kedalam main report. Waktu di compile dan dilihat dengan JRViewer bawaan iReport sub report tampak sempurnya. Namun bila di compile dalam aplikasi J2EE dan outputnya berupa stream PDF yang dibuka sama plugin adobe dibawah versi 9 Ternyata ketemu masalah 'Illegal operation inside path'...
Reporting tools ini memang bukan business intelligent suite seperti yang sudah punya nama besar seperti keluarga Oracle, Crystal Report, cognos dll. Tapi buat reporting sudah sangat mumpuni.
Khusus kali ini, ketemu masalah saat memasukkan sub-report kedalam main report. Waktu di compile dan dilihat dengan JRViewer bawaan iReport sub report tampak sempurnya. Namun bila di compile dalam aplikasi J2EE dan outputnya berupa stream PDF yang dibuka sama plugin adobe dibawah versi 9 Ternyata ketemu masalah 'Illegal operation inside path'...
Setelah googling beberapa situs, ternyata masalahnya sepele.... Yaitu container sub-reportnya harusnya tidak transparent.... Solusinya uncheck transparent pada object container sub-report.
Semoga bermanfaat.
Langganan:
Komentar (Atom)